Tuesday, 29 January 2013

Arloji Maulid

Oleh : Nuriza Auliatami

Tik. Tik. Tik. Tik.
Arloji bergerak melingkar.
Menghantar diri kepada hari yang berbahagia ini.

Tik. Tik. Tik. Tik.
Arloji bergerak menurun dan menaik.
Berputar didalam senyapnya keramaian.

Tik. Tik. Tik. Tik.
Arloji menuntun detik.
Melipat malam kemarin, menjadi pagi ini.

Arloji terus membawa jarum berputar melingkar.
Menghantar kerumunan manusia untuk mengingat kembali.
Wajah sang kekasih, yang penuh binar cahaya.
Bulan pun iri dengannya.
Lantaran sinarnya ditutupi sinarnya.
Hingga ia terbelah tergeletar ketika melihat tubuh yang diselubungi cahaya alam semesta, dan berteriak.
Sungguh.!
Aku merasa kasihan dengan orang yang tak bertemu dengannya.
Ini nikmat tuhan yang paling di damba adam, hingga makhluk akhir nanti.

Arloji kini tak menunjukkan denyut nadinya lagi.
Lantaran terurai pecah, berserak keluar.
Ketika mendengar teriak kaum para perindu.
“ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD”.

Senang, namun membenci waktu ini.
Karna tersadar, beliau telah bersembunyi dalam selubung nikmat tuhan dalam kematiannya
Juga membenci, namun mensyukuri waktu ini.
Karna tersadar, beliau menyayangi kami dalam selubung nikmat tuhan dalam hidup matinya

Apa ini Aku...?

Apa ini Aku...?
kenapa hati ini bergetar hebat, seolah ada yang cemburu dalam diriku...
ketika aku melihat wajahnya...
mengaguminya...
Apa ini Aku...?

Bukan, Ini tidak seperti biasanya...
Apa mungkin Aku cemburu dengan diriku sendiri...?
Sungguh, benar rasa yang mengherankan...
Aku mengagumi dia karena Dia...
tapi apa mungkin Dia cemburu atas kekagumanku terhadap dia...?
namun bila Dia cemburu, maka selamatlah aku...
ternyata Dia masih menunjukkan rasa cintanya pada diriku...
hanya aku saja yang masih belum total mencintai Dia...
Dimana lagi aku harus mencari Penguasa yang bisa diperintah, kecuali Dia...?
sungguh, celaka aku bila tak menghiraukan rasa cemburu dari Dia...
terbentang azab bagiku...
bila aku masih memandang dia bukan apa yang ada didalam dia, yaitu Dia...
Hati kecilku kembali gelisah... :'(
tolong jelaskan kepadaku, tentang siapa dia dan siapa Dia...
mengapa ada Dia didalam dia...
Karena mereka bagai sinar surya dan mentari...
berada dalam satu kesatuan...
namun sinar surya bukanlah mentari...
dan mentari bukanlah sinar surya...
bagai 2 bidang istimewa dalam logam mata uang...
saling mengeratkan dan memperjelas satu sama lain...
meski yang satu ( ini ) bukanlah yang satu ( ini )...